Terima kasih untuk mengunjungi literasimediasosial.id!

Tolong masukan nomor telepon anda untuk mendapatkan pulsa sebesar IDR 10,000

Efek Pemilihan Foto

Pernahkah anda menyimpulkan suatu situasi hanya dengan satu gambar? Kita semua pernah, karena hal ini mudah dilakukan. Namun, sebuah gambar hanya dapat menangkap sepersekian detik dari suatu situasi, dan bisa melirukan apa yang sebenarnya terjadi.

Pemilihan dan pemotongan foto merupakan bentuk lain dari manipulasi yang perlu diketahui. Sebuah foto atau video dapat dipotong atau disunting untuk meninggalkan kesan yang salah. Bahkan, ketika sebuah foto tidak diubah, pemilihan foto tertentu dari foto-foto lainnya pun dapat mewakili suatu situasi yang salah.

Mari kita belajar untuk mempertanyakan konteks apa yang hilang dari suatu foto, dan bagaimana hal ini dapat mengubah interpretasi kita terhadap situasinya. Kita akan belajar untuk berpikir kritis dan bagaimana pemilhan sebuah foto dapat menggambarkan suatu situasi dari segi negatif atau positif.

Amatilah gambar Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau di bawah ini. Menurut Anda, apa yang sedang terjadi dalam gambar ini? Dapatkah Anda pikirkan penjelasan lainnya?

Kebanyakan orang akan lihat uluran tangan Trump, lalu melihat ekspresi wajah Trudeau, kemudian berasumsi bahwa Trudeau ragu untuk menjabat tangan Trump. Namun, kita harus ingat bahwa foto tersebut hanya menangkap sepersekian detik dari keseluruhan peristiwa yang sedang terjadi.

Pernahkah anda perhatikan, ketika anda pause suatu film atau video, aktor-aktor yang berada di tengah percakapan tiba-tiba memiliki ekspresi muka lucu atau aneh? Nah, fenomena inilah yang terjadi pada gambar di atas.

Anda dapat melihat bahwa situasi kenyataannya berbeda sekali dalam video berikut:

Video tersebut menuturkan cerita yang sangat berbeda dibandingkan fotonya.

Kita harus hati-hati saat melihat foto di berita dan media sosial, sebab kita cenderung melihatnya dengan sudut pandang kita sendiri yang subjektif. Dalam contoh ini, orang yang tidak suka Trump dapat melihat foto tersebut dan berasumsi bahwa Trudeau, sama seperti mereka, tidak menyukai Trump juga.

Hal tersebut dapat dialami oleh kita semua, karena kita semua memiliki sudut pandang dan opini sendiri. Sangatlah mudah untuk salah menginterpretasi foto ketika konteksnya menyimpang. Ingat, bahwa sikap dan ekspresi dalam sebuah foto tidak selalu tepat. Kita semua menginterpretasikan sebuah gambar sesuai dengan sudut pandang sendiri yang subjektif.

Sumber Gambar:
Lamarque—Reuters, Kevin. "Canadian Prime Minister Justin Trudeau meets with President Trump in the Oval Office at the White House on Feb. 13, 2017." TIME Magazine. 13 Feb 2017. http://time.com/4669566/justin-trudeau-donald-trump-washington-handshake/