Terima kasih untuk mengunjungi literasimediasosial.id!

Tolong masukan nomor telepon anda untuk mendapatkan pulsa sebesar IDR 10,000

Cek Emosi Anda

Konten di media sosial seperti video, gambar, meme, dan lainnya, kerap dibuat untuk memicu suatu emosi yang mungkin membuat anda merasa marah, sedih, takut, bahagia, dan lainnya. Dalam bab ini, mari kita pelajari strategi untuk mengendalikan emosi. Sebelum kita masuk ke bagian latihan, perhatikan gambar-gambar yang sering muncul di media sosial di bawah ini:

meme4

Ada pepatah yang mengatakan satu gambar bernilai ribuan kata — sebab gambar merupakan alat yang luar biasa untuk menyampaikan suatu ide atau gagasan. Sering kali, gambar lebih mudah diingat dibandingkan tulisan ataupun suara. Namun, sering kali media tersebut digunakan untuk menyebarkan konten palsu dengan tujuan menipu dan membingungkan masyarakat. Kita sering sekali terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan setelah melihat atau membaca satu ilustrasi/gambar di media sosial.

Luangkan waktu lebih banyak untuk mencari tahu apakah sumber berita atau postingan berasal dari sumber terpercaya.
Jadi, apa yang harus dilakukan?
Cek kembali emosi anda!
Mari kita ikuti latihan di bawah ini, yaitu bagaimana cara mengendalikan emosi kita. Latihan ini disebut “Berhenti, Bertanya, Sebutkan”:

Berhenti: Palingkan perhatian sejenak dari gambar tersebut.
Bertanya: Apa yang saya rasakan saat ini?
Sebutkan: Nyatakan perasaan tersebut kepada diri sendiri.

meme7

Dengan mengutarakan emosi yang kita rasakan saat melihat gambar tersebut, kita akan dapat mengendalikan emosi. Banyak oknum yang menciptakan gambar dan meme untuk memicu amarah masyarakat. Ketika amarah ini kemudian terpicu, ada kemungkinan besar kita membagikan gambar, video atau berita tersebut di media sosial pribadi. Hal ini merupakan fakta yang cukup memprihatinkan. Ketika kita menerapkan Berhenti, Bertanya, Sebutkan, kita dapat mengendalikan reaksi kita dan mengambil keputusan tepat dalam membagikan atau mengabaikan konten tersebut.

Sumber gambar:
L. S. Hapsoro, “Beyond the 'lulz': audience engagement with political memes in the case of Indonesia,” 2018.
T. Duile, “Islam, politics, and cyber tribalism in Indonesia.”